Sang Firman telah menjadi manusia

R3. Empat lilin di korona adven telah menyala! Itu artinya, semakin dekatlah Natal yang akan kita rayakan untuk mensyukuri kasih setia Allah kepada umat manusia melalui peristiwa inkarnasi. Sungguh Sang Firman telah menjadi manusia (Yoh 1:14) sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Suci,“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh 1:1). Bersama Bunda Elisabet, kita diajak bersyukur dan memuji kasih setia Allah sebagaimana diserukan, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Kegembiraan Elisabet meluap semata-mata karena Maria, sang perawan terberkati dan yang sedang mengandung Sang Firman mengunjungi dan menyampaikan salamnya. Salam dari Maria membuat jabang bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan. Salam dari Maria membuat siapa pun yang menerima salam itu diberkati dengan kegembiraan karena salam itu adalah salam penuh kasih, salam persaudaraan, salam kedamaian dan bukan salam tempel (utk menyuap/korupsi).

Pada Minggu adven IV ini, marilah kita mohon kepada Allah Mahakasih agar hati dan budi, jiwa dan raga kita sungguh siap untuk merayakan syukur inkarnasi Sang Firman itu dengan sepenuh hati. Semoga kita pun mampu menghadirkan salam kedamaian, salam kasih, salam persaudaraan kepada siapa pun yang kita jumpai sehingga salam itu menjadi sebentuk doa syukur. Kata-kata kita hendaklah menjadi kata-kata/salam yang meneguhkan dan membangkitkan siapa pun utk tetap gembira, semangat dan hidup dalam kebenaran Allah. Jangan sia-siakan kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan sumpah-serapah (Jawa: pisuhan/misuh-misuh) sebab pikiran, mulut dan lidah bahkan tubuh kita ini dikuduskan bagi kemuliaan Allah (1 Kor 6:19-20)***d2t

Pages