Pertobatan bukanlah sekedar diucapkan dalam sebuah pengakuan dosa tetapi haruslah dinyatakan dalam tindakan nyata


R3. Pada Minggu ketiga Adven (Minggu Gaudete) ini, kita diajak untuk bersukacita karena sudah dekatlah kehadiran Sang Penyelamat. Meski demikian, sukacita itu hanya akan berdampak bila kita sungguh mau melaksanakan pertobatan (Yunani: metanoia). Pertobatan bukanlah sekedar diucapkan dalam sebuah pengakuan dosa tetapi haruslah dinyatakan dalam tindakan nyata. Dalam Injil hari ini, Yohanes Pembaptis memberikan nasihat sangat konkret saat banyak orang bertanya wujud pertobatan macam apa yg harus dilakukan.

Memang kita sadari betapa nikmat kuasa, harta dan senjata bisa menjadi godaan besar bagi banyak orang untuk lebih banyak memuja nikmat dunia dan menyingkirkan sesama. Karena itu, marilah kita ingat bahwa, di satu sisi, pertobatan harus mengarah kepada gerak perubahan diri menjadi lebih baik, lebih berahmat (transformasi internal). Di sisi lain, pertobatan juga harus mengarah kepada sesama (transformasi eksternal). Bagaimanapun juga, dosa melukai relasi kasih dengan diri pribadi, dengan sesama dan dengan Allah bahkan juga alam semesta. Sakramen tobat yang dikaruniakan oleh Tuhan Yesus kepada kita, menjadi langkah untuk kembali bertekad membangun relasi kasih yang terluka oleh dosa-dosa yang telah kita lakukan. **d2t

Pages