Sungguh, Ia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani

R3. Kriteria menjadi murid Yesus amat jelas yaitu harus bersedia melepaskan diri dari kepentingan-kepentingan yang sifatnya individualistis. Pengikut/murid Kristus bukanlah orang yang suka menaklukkan atau menguasai/memperbudak sesama tetapi justru harus berani merendahkan diri dengan menjadi pelayan bagi sesama. Ini adalah panggilan sekaligus tantangan yang tidak mudah. Meskipun demikian, seturut teladan agung Tuhan kita Yesus Kristus, sikap dan semangat untuk hadir melayani menjadi bagian integral dalam jalan kemuridan kita.

Dengan demikian, murid Kristus haruslah berani melawan arus besar dalam hidup di dunia ini yang seringkali justru mengagung-agungkan dan mengedepankan sikap-semangat pongah, jumawa, merendahkan orang lain, mengeksploitasi, dsb. Semakin kita berani melepaskan dari kepentingan-kepentingan pribadi, kita akan menjadi orang-orang yang punya hati untuk orang lain teristimewa mereka yg kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Marilah kita wujudkan panggilan Tuhan itu untuk menjadi pelayan bagi sesama dengan tulus hati sebagaimana Tuhan Yesus telah memberikan teladan agung-Nya bahkan sampai wafat di salib. Sungguh, Ia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Beranikah aku mengikuti teladan-Nya dan menerima tantangan-Nya?***d2t

Pages