Konspirasi batin Minggu, 4 November 2018 "Dekalog"


"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Mrk 12:30-31)

Segamblang itu ajaran Yesus. Mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia adalah dua sisi mata uang yang sama. Dan bukankah itu semua yang terpahat dalam dekalog (sepuluh perintah Allah)? Perintah 1-3 adalah panduan mengasihi Allah, dan perintah 4-10 adalah panduan mengasihi sesama.

Mengapa panduan mengasihi sesama jauh lebih banyak? Karena Tuhan tahu betul bahwa manusia lebih bersemangat untuk membenci sesama ketimbang mencintai Tuhan. Manusia bahkan menggunakan nama Tuhan sebagai alasan untuk bisa membenci sesamanya. Karena itu, tak henti ia berpesan, "mengasihi-Ku berarti mengasihi sesamamu. Apa pun yang membedakan kalian satu sama lain, sejauh yang di hadapanmu itu manusia, ia haruslah kaukasihi."

Mengasihi itu seperti bermain musik bersama: alatnya beragam, musisinya beragam, nada-nada dan progresi akordnya beragam, namun memainkan satu lagu yang sama. Bukankah semua perbedaan kita juga disatukan oleh kemanusiaan yang sama -ciptaan Tuhan yang paling mulia? Ataukah kita membeda-bedakan manusia, antara yang "ciptaan sukses" dan "produk gagal"? Bagaimana mungkin kita mengimani Tuhan sebagai Pencipta Agung, namun menilai bahwa banyak ciptaan-Nya yang menjadi "produk gagal"? Hanya pencipta yang payah yang menghasilkan banyak produk gagal.

Mungkin, suatu saat kita akan menghadap Tuhan dan membanggakan semua kebencian yang kita lakukan pada sesama sebagai cara untuk mencintai-Nya. Dan mungkin juga, saat itu Ia akan berkata, "kamu tak ingin mencintai-Ku. Kamu hanya ingin membenci mereka. Tak sekalipun kamu pernah bertanya pada-Ku dalam doamu, 'Tuhan, apakah yang kulakukan ini berkenan pada-Mu?' Sebab sesungguhnya, kebencianmu pada mereka jauh lebih besar dari kepedulianmu pada kehendak-Ku."

*Gambar yang dibuat untuk acara srawung lintas iman, akhir Oktober lalu di Semarang.

Pages