Konspirasi batin Minggu, 21 Oktober 2018 "Game of Thrones"

Ada dua pilihan cara untuk mendapatkan kekuasaan: berusaha keras melakukan yang terbaik, atau jatuhkan sainganmu agar kau kelihatan hebat. Cara kedua tentu lebih memikat, karena tidak perlu lelah-lelah memperbaiki diri dan berbuat baik. Cukup kobarkan kebencian pada sainganmu, maka orang akan otomatis memilihmu tanpa harus melihat kebaikanmu.

Karena itulah, Yesus tak henti mengingatkanmu, "barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya."

Yesus tahu betul bahwa sampai kapanpun akan ada kecenderungan menjatuhkan orang lain untuk mengangkat diri sendiri; menghina orang untuk menutupi rasa inferior; atau menyebar kebohongan dan kebencian untuk menyamarkan diri sendiri yang tuna prestasi dan potensi.

"Orang tidak perlu melihat keunggulanku. Asalkan mereka benci pada sainganku, bukankah otomatis mereka akan berpihak padaku?" Lalu, di atas bangkai kebencian dan puing-puing persatuan itu, kautancapkan bendera kuasamu. Begitukah? Cara itu hanya ditempuh olehmu yang malas berbuat baik dan merasa terlalu kerdil untuk bersaing secara positif.

Mari menakar riuhnya pemilu-pemilu mendatang dengan takaran Injil: pilihlah yang lebih menunjukkan sikap melayani; yang lebih sibuk mengusahakan kebaikan dan lebih sedikit membuang tenaga untuk mencela saingan; juga yang mengajak untuk mencintai tanpa membenci yang lainnya.

Ingat pesan Presiden kita, "tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran". Merayakan diri tak perlu menghancurkan yang lain. Membanggakan diri di hadapan kekasih tak perlu menjelek-jelekkan mantannya...

Pages