HPS (Hari Pangan Sedunia) dalam Gereja Katolik

R3. Gereja dalam Kristus bagaikan sakramen, yaitu tanda & sarana persatuan mesra dengan Allah & kesatuan dengan seluruh umat manusia. Adapun panggilan manusia diarahkan kepada hidup kesucian Allah. Setiap ciptaan berasal dari Allah dan setiap ciptaan diarahkan menuju kasih Allah (Caritas in Veritate, art. 2).

Gereja sungguh perlu menyadari bahwa kehadiran dan keterlibatan penyadaran kemanusiaan dalam hal tata kelola pangan bukanlah pertama-tama persoalan teknis tetapi bagaimana menyadarkan umat bersama masyarakat menemukan dan menata kembali pemanfaatan alam semesta yang berkeadilan sosial & mencari jalan alternatif yang bisa dibuat oleh Gereja sebagai komunitas murid-murid Kristus. Ekaristi sebagai pusat & puncak liturgi yang dihayati umat, bisa menjadi dasar inspirasi untuk mengembangkan Gereja sebagai komunitas yang peduli berbagi pangan/rejeki.

HPS ditempatkan oleh Gereja sebagai gerakan moral keutuhan ciptaan, mengarahkan & menggerakkan umat-masyarakat utk mempunyai rasa hormat kepada ciptaan. Alam semesta sebagai tempat & singgasana Allah akan mengalirkan kehidupan. Maka, Gereja sebagai Sakramen Keselamatan Allah mengemban tugas perutusan utk ikut terlibat menata alam semesta dengan adil & cinta kasih. Dengan demikian, Gereja sebagai komunitas pangan, baik jasmani maupun rohani, secara nyata sungguh hadir dalam membangun kecukupan pangan bagi semua. Mari menjadi komunitas yang selalu berbagi rejeki agar mukjijat terus terjadi! ***d2t

Pages