Relung-relung Renung Menjadi Pemimpin Artinya Menjadi Pelayan

R3. Setiap orang pada dasarnya mempunyai kecenderungan untuk ingin menjadi yang terbesar, populer, hebat, dikagumi, dihormati, dsb. Keinginan itu bisa menjadi sumber pertengkaran dan memecah belah persekutuan yang bermuara pada ketidaksetiaan pada kasih Allah.

Tuhan Yesus menegaskan arti menjadi pemimpin dan menjadi orang besar. Menurut Tuhan Yesus,
menjadi pemimpin atau orang besar tiada lain berarti harus mau merendahkan diri menjadi
orang kecil, mau menderita, dan melayani sesama dengan tulus hati. Pendek kata, menjadi pemimpin sama artinya menjadi pelayan bagi lainnya; bukan pertama-tama menjadi penguasa.

Pemimpin sejati selalu rendah hati, tidak punya kepentingan untuk diri sendiri dan siap
sedia melayani tanpa pamrih. Orang seperti itulah yang layak disebut pemimpin dan orang besar.
Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang sangat nyata. Sebagai pemimpin, Ia merendahkan
diri serendah-rendahnya bahkan Ia berkata, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani
tetapi untuk melayani” (bdk. Mat 20:28 par). Ia merendahkan diri tak ubahnya seorang budak
dan wafat di salib demi menebus kita semua, orang berdosa. Itulah spiritualitas pemimpin
sejati. Semua orang yang mau mengikuti teladan-Nya, akan ikut serta dalam kemuliaan Kristus.
Ingatlah: menjadi pemimpin artinya menjadi pelayan. Berani terima tantangan-Nya?***d2t

Pages