St. Petrus Patran


Petrus adalah satu dari ke-12 rasul Kristus. Ia adalah Paus pertama Gereja Katolik yang dipilih langsung oleh Tuhan Yesus yang menjadi Paus pada tahun 33 sampai 64/67. Simon adalah putera Yunus atau Yohanes, dan saudara dari St. Andreas. lahir di Betsaida, Galilea. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan.

Pada mulanya, Simon bersama St. Andreas saudaranya, menjadi murid St. Yohanes Pembaptis. Oleh St. Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus. Setelah bertemu dengan Simon, Yesus mengganti namanya menjadi Petrus atau Kefas yang artinya batu karang. Petrus menjadi saksi atas banyak mukjizat salah satunya adalah Yesus berjalan di atas air.

Melihat Yesus berjalan di atas air, Petrus pun mencobanya, tetapi karena imannya yang tidak kuat membuat ia jatuh. Iman Petrus sering kali lemah, tetapi Yesus tetap mempercayakan kepemimpinan bagi umat-Nya kepada Petrus. Dalam Injil, Yesus menunjuk Petrus untuk memimpin Gereja yang akan Ia dirikan, dan setelah kebangkitan-Nya, Yesus kembali mempercayakan umat-Nya kepada Petrus. Keutamaan Petrus terlihat dengan namanya yang selalu disebutkan paling awal diantara para rasul, selain itu nama Petrus paling banyak disebutkan dari gabungan ke-11 rasul lainnya dalam Kitab Suci.

Sesudah kenaikan Yesus, Petrus menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Pada hari Pentakosta, Petrus yang berkhotbah di hadapan orang banyak dan memaklumkan misi Gereja. Dialah yang pertama kali mengadakan mukjizat penyembuhan. Petrus juga yang menerima wahyu bahwa kaum kafir harus dibaptis. Petrus pertama-tama mewartakan Injil di Yerusalem, dan merupakan pemimpin komunitas Kristen yang pertama. Ia mendirikan Gereja di Antiokia. Ia memimpin konsili Gereja Katolik yang pertama di Yerusalem di tahun 51, dimana ia berada dipihak St. Paulus menentang perlunya sunat. Ia menulis dua surat yang menjadi bagian dalam Kitab Suci, yaitu Surat Petrus 1 dan 2 kepada umat di Asia Kecil. Ia mendirikan pusat pengajarannya sebagai uskup di Roma dimana ia menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dan menjadi martir dengan cara disalibkan pada tahun 64 atau 67 selama penganiayaan oleh Kaisar Nero.

Dikisahkan Petrus berusaha melarikan diri dari penganiayaan umat Kristen. Ketika ia tiba di gerbang keluar kota Roma, ia bertemu dengan Yesus dan bertanya dalam bahasa Latin, Quo Vadis, Domine atau Kemana Engkau pergi, Tuhan? Yesus menjawab bahwa Ia akan pergi ke Roma untuk disalibkan kembali. Akhirnya, Petrus kembali ke Roma dan memberikan kesaksian tentang imannya akan Yesus. Petrus akirnya ditangkap dan ketika mengetahui bahwa dirinya akan disalibkan, Petrus meminta untuk disalibkan terbalik karena ia merasa tidak pantas untuk disalibkan sama seperti Tuhan Yesus. Petrus meninggal dunia pada tahun 64/67 di Roma.

Makam St. Petrus sempat menghilang atau tidak diketahui keberadaannya. Pada tahun 1939, ketika dilakukan penggalian untuk membuat makam bagi para Paus, secara tidak sengaja, para pekerja menemukan celah dan setelah ditelusuri, celah itu menghubungkan dengan Necropolis, dimana makam St. Petrus berada disana. Makam St. Petrus berada tepat dibawah altar Basilika St. Petrus, yang dibuat oleh Kaisar Konstantin menurut kepercayaan umat yang beredar pada tahun 315.

Sejarah Lingkungan St. Petrus Patran

Sejarah singkat lingkungan St. Petrus Patran diawali dengan dipermandikannya beberapa orang antara lain : Vincensius Sugiono, Petrus Ramijo, Maryono, Yulius Tego Margo Sutrisno, Slamet, Joyo.

Waktu itu umat katolhik dari kampung Kutu Patran masih bergabung dalam blok barat stasi Nandan yang meliputi kampung Kutu Tegal, Kutu Patran, Kutu Wates, Rogoyudan, Kragilan, Gedongan danJjetis.

Pada kurang lebih tahun 1984 seiring dengan bertambahnya jumlah umat katolik stasi nandan, maka dibentuk wilayah-wilayah dan lingkungan-lingkugan, salah satunya adalah lingkugnan Kutu Patran wilayah barat. Umat lingkungan Kutu Patran memilih nama santo pelindung lingkungan yaitu “ Santo Petrus sesuai dengan nama santo pelindung ketua lingkungan yang pertama, yaitu Petrus Ramijo.


Susunan Pengurus Lingkungan Santo Petrus Patran
Periode 2014 -2017


Ketua lingkungan : Tarcisius Sutrisno
Sekretaris : Robertus Hendri Kuswantoro
Bendahara : Lucia Wida Utami



TIM KERJA
A. Peribadatan dan Liturgi

1. Agustinus Sigit Suryanto
2. Theresia Sri Suwarni

B. Pangrutiloyo
1. Fransiskus Xaverius Wahyudi
2. Yulita Suwarti

C. Bidang Diakonia
1. Vincensius Sugiono
2. Lusia Erni Cahyo Wulandari

D. Prodiakon : 2 Orang
1. Agustinus Sigit Suryanto
2. Theresia Sri Suwarni


Demografi Lingkungan
Berdasarkan update data yang dilakukan pengurus tahun 2015 menunjukkan bahwa total 20 Kepala Keluarga Katholik dengan jumlah 62
Jumlah Umat laki-laki 28 Umat
Jumlah Umat perempuan 34 umat
PIA : 7 anak

PIR : 3 remaja
OMK : 8 mudika
PIOD : 36 orang
PIUL : 8 orang


Peta Lingkugan
Letak  Geografis
Lingkungan Santo Petrus patran merupakan salah satu lingkungan di Wilayah Santo Fansiskus Xaverius Barat, Paroki Santo Alfonsus de Liguori Nandan, Keuskupan Agung Semarang. Lingkungan Santo Petrus Patran adalah umat Katolik di dusun Kutu Patran, dan gumuk


Batas Wilayah terdiri dari :
• Timur : berbasatan dengan lingkungan Santa Maria Kutu Tegal
• Barat : berbatasan dengan lingkungan Santa Brigita Jetis
• Selatan : berbatasan dengan lingkungan Santa Elizabeth Gedongan

Pages