St LUKAS POGUNG REJO

Lingkungan “Kecil” yang Tumbuh dan Berkembang


1. Sejarah Lingkungan
Pada tahun 1994 , Gereja Nandan yang masih berstatus “Stasi”, membagi wilayahnya menjadi 5 wilayah. Salah satu wilayahnya adalah Wilayah Timur dengan santo pelindung, Santo Vincentius. Seiring dengan perkembangan gereja, Wilayah Timur dibagi menjadi 3 lingkungan, yaitu Pogung Rejo, Pogung Kidul, dan Pogung dalangan. Umat yang menerima baptisan pertama kali adalah seluruh anggota keluarga Bapak Parmin pada tahun 1989.
Pelindung Santo Lukas dipilih menjadi pelindung lingkungan Pogung Rejo sejak hampir 13 tahun yang lalu, yaitu ketika misa lingkungan yang pertama kalinya diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober 2002. Pada tanggal tersebut bertepatan dengan pesta nama Santo Lukas Penginjil. Pemberian nama pelindung lingkungan memberi warna rohani dan spiritual iman kepada umat di lingkungan.
Dafta
r pengurus lingkungan yang pertama kalinya:
Ketua : Bapak Edy
Sekretaris : Ibu Maria Brigita Warsini
Bendahara : Ibu Anastasia Iwing


2. Sejarah Santo Pelindung
Santo Lukas lahir di Antiokia dari keluarga kafir. Karena luas dan kemakmurannya, Antiokia menjadi kota termasyur di kekaisaran Romawi. Selain kota yang cukup ramai, Antiokia menjadi tempat tujuan pelarian orang-orang Kristen yang diusir dan dianiaya oleh orang-orang Yahudi. Di sana mereka mewartakan ajaran Kristus dan mentobatkan banyak orang kafir, baik orang Yahudi maupun Yunani. Salah satu orang Antiokia yang bertobat adalah LUKANOS, atau lazim dikenal dengan nama LUKAS. Beliau seorang tabib terkemuka di kota itu.

Setelah bertobat, ia menggabungkan diri dengan Paulus, menemaninya dalam perjalanan missioner ke Makedonia, Yerusalem, dan ke Roma. Di Yerusalem, Paulus ditangkap, lalu di penjara selama dua tahun. Lukas selalu setia mengunjungi Paulus selama di penjara, sejak saat itu Lukas mulai belajar pada Paulus dan mengumpulkan bahan-bahan yang digunakan dalam menulis Kitab Injilnya dan juga bagian pertama Kitab Para Rasul.
Bahasanya yang halus dan keahliannya mengarang, tentu sangat dipengaruhi oleh pandangan dan ajaran Paulus. la dan Paulus menekankan bahwa keselamatan Allah dimaksudkan bagi semua bangsa. la menaruh perhatian khusus terhadap orang-orang miskin dan hina. Lukas sangat suka menunjukkkan bagaimana Allah berbelas kasihan kepada manusia dan rela mengampuninya. Ditampilkannya juga peranan wanita-wanita yang turut serta melibatkan diri dalam tugas perutusan Kristus serta setia melayani Kristus serta para Rasul.

Lukas juga seorang pekerja keras yang bekerja teliti dan memeriksa kebenaran cerita yang didengarnya. Selain penginjil, Lukas juga menulis Kisah Para Rasul yang menggambarkan perkembangan Gereja dari sejak saat Kristus naik ke surga sampai saat Paulus tiba di Roma. Menurut Lukas, kabar gembira ditujukan kepada semua orang khususnya kepada orang-orang lemah dan hina, kepada kaum fakir miskin dan para pendosa, oleh sebab itu Injil Lukas juga disebut “Injil Kerahiman Allah" atau "Injil Cinta Allah" . Lihat saja misalnya peristiwa anak muda dari Naim dan belas kasih Yesus pada ibunya, sikap Yesus kepada Maria Magdalena yang mengurapi kaki Yesus dan kisah "Zakeus pemungut cukai". Diantara perumpamaan-perumpamaan di dalam lnjilnya, terdapat dua perumpamaan yang sangat indah yaitu: "Anak yang hilang” dan “Orang Samaria yang baik hati".

Sebagai seorang penginjil Lukas diberi lambang lembu, yang dianggap sebagai hewan persembahan, karena ia mulai injilnya dengan Zakaria yang. membawa korban persembahan di Bait Allah Yerusalem. Lukas juga dihormati sebagai pelindung para pelukis. Lukas meninggal di usia 84 tahun sebagai martir.


3. Pengurus Lingkungan periode 2014 - 2017
Keterlibatan dan kesediaan umat menjadi pengurus lingkungan menopang roda paguyuban umat lingkungan St Lukas. Selain pengurus, seluruh umat lingkungan juga terlibat aktif dalam kegiatan di lingkungan. Pengurus lingkungan St. Lukas:

Ketua : Th. Supriyanti Paryadi
Wakil Ketua : Marselinus Aris
Sekretaris : MM. Emy Rahmawati
Bendahara : Fransiska Karni
Sie Liturgi : Bernadetha Hepy & F. Soenarto
Sie Pewartaan : Aloysius Paryadi
Sie Sosial : Anastasia Swasti
Sie Humas : Theresia Tarmiyati
Sie Pangruktiloyo: Aloysius Slamet Walgiyono


4. Data dan Jumlah Umat
Data per bulan Juli 2015 menunjukkan bahwa umat lingkungan Santo Lukas memang lingkungan yang kecil, yaitu jumlah kepala keluarga sebanyak 14 KK dengan jumlah umat sekitar 39 orang.

5. Kegiatan di Lingkungan
NOKEGIATANWAKTU
1.Ibadat malam Jumat ISetiap malam jumat pertama, setiap bulan
2.Doa RosarioSetiap bulan Mei & Oktober, setiap hari
3.Ibadat Pra PaskahSeminggu sekali selama masa Pra Paskah
4.Ibadat Bulan Kitab SuciSeminggu sekali selama Bulan Kitab Suci
5.Ibadat AdvenSeminggu sekali selama masa Adven
6.ZiarahBulan Mei
7.Pesta Nama santo Pelindung, Santo LukasSetiap tanggal 18 Oktober

Dan masih banyak kegiatan lainnya, seperti kunjungan ke Panti Asuhan, pertemuan pengurus lingkungan, dll.

Walaupun dengan jumlah KK dan umat yang sedikit, tidak menyurutkan semangat kami untuk menjadi pengikut Kristus, aktif dan terlibat dalam kegiatan di lingkungan maupun paroki. Semoga semangat kebersamaan dan persadaraan tetap tumbuh dalam kehidupan umat di lingkungan Pogung Rejo. Lingkungan “kecil” ini berharap akan terus tumbuh dan berkembang, dan dengan meneladan semangat Santo Lukas “Sang Tabib dan Penginjil, semoga kami senantiasa mewartakan Kabar Sukacita bagi Gereja dan sesama. Amin...

Pages