St. ANTONIUS (ABBAS) Pogung Dalangan


A. DESKRIPSI UMUM LINGKUNGAN
  • Nama : Lingkungan Santo Antonius (Abbas), Pogung Dalangan
  • Tanggal berdiri : 17 Januari 2000
  • Lokasi : Pogung Dalangan dan Pogung Lor, Sinduhadi, Mlati , Sleman
  • Batas wilayah : Ring Road Utara (batas utara), Selokan Mataram (batas Selatan), Pogung Rejo (batas barat), Pogung Kidul (batas timur)
  • Jumlah umat : 94 jiwa
  • Ragam pekerjaan : pensiun (9), ibu rumah tangga (15), karyawan (7), penganggur (3), supir (1), tour guide (1), usaha kecil (6), perawat (1), teknisi (1), buruh (2), pelajar (18)
  • Golongan darah : A (19), B (16), AB (13), O (25), belum tercatat (21)
B. RIWAYAT LINGKUNGAN
Lingkungan yang berada di Wilayah Timur Paroki Santo Alfonsus Nandan ini pada awal berdirinya dikomandani oleh Bp Antonius Sugiyanto (almarhum).

Bp Boging Sairinto (73 tahun) yang dibaptis pada tahun 1967 menjadi segelintir penduduk asli yang nantinya bersama dengan kehadiran keluarga Katolik baru yang menetap di lingkungan ini sejak tahun 1980an bersatu-padu menggairahkan iman setempat. Kini, terdapat 94 umat Katolik bersekutu di sini, yang terdiri dari sejumlah 25 orang berusia lanjut, 38 usia produktif, 22 OMK, 9 remaja dan 5 anak-anak.

Dan pada Natal tahun 2014, umat juga menyambut rahmat pembaptisan bagi Cyrilla Inriana Sekar Putri (20 tahun) dan Nereus Caluavian Avanda Putra (16 tahun). Namun sayangnya, tak lebih 30% saja dari jumlah ini yang aktif mengikuti kegiatan persekutuan di lingkungan.
Dalam kerinduan akan kebersamaan dalam iman, umat di lngkungan ini meneladani Santo Antonius dari Mesir (yang hidup pada tahun 250-356M) sebagai sosok pendoa yang menguatkan dan menyatukan persekutuan umat. Sang Abbas ini menyatakan kebenaran menjadi semboyan melawan godaan. Ia menjadi inspirasi bagi umat di lingkungan Pogung Dalangan untuk bertekun dalam doa dan teguh memegang kebenaran.

Lingkungan yang menempati wilayah Timur dari Paroki Santo Alfonsus de Liguori Nandan ini diapit oleh lingkungan St Lukas Pogung Rejo di sisi Barat dan lingkungan St Monica Pogung Kidul di sisi Timur serta dibatasi oleh Selokan Mataram di Selatan dan Ring Road Utara di sebelah utara. Lingkungan ini meneladani Santo Antonius dari Mesir (yang hidup pada tahun 250-356M) sebagai sosok pendoa yang menguatkan dan menyatukan persekutuan umat di lingkungan ini. Sang Abbas ini menyatakan kebenaran menjadi semboyan melawan godaan. Ia menjadi inspirasi bagi umat di lingkungan Pogung Dalangan untuk bertekun dalam doa dan teguh memegang kebenaran.

C. VISI DAN MISI LINGKUNGAN

Kutipan pernyataan St Antonius (Abbas) 
“Aku tidak takut pada godaan. Karena godaan tidak akan memisahkan daku dari cinta kasih Yesus Kristus.”

menjadi semangat yang menghidupi kehidupan menggereja di lingkungan Pogung Dalangan yang terangkum dalam visi dan misi bersama.

V i s i :
Lingkungan Santo Antonius (Abbas)menjadi paguyuban umat Katholik sejati yang beriman tangguh dan mendalam serta setia pada ajaran Yesus Kristus

M i s i :
Bersuka-cita bersama mengembangkan iman dan kasih di dalam Kristus yang diwujudkan dalam pendalaman iman serta mewujudkannya dengan saling melayani dan menyapa di dalam persaudaraan.

D. STRUKTUR KEPENGURUSAN
Ketua : Natalia Setyarti
Sekretaris : Yustina Erika Dianati
Angelique Nur Indah Ratri
Bendahara : Maria Immaculata Suryastuti
Cecilia Yoharmi
Tim Liturgi : Angela M. Susanti
Christina Partinem
Tim Pewartaan : Ambrosius Kismanto
Petrus Sudarwanto
Tim Humas : Margaretha Ruji Harwanti
Tim Ibu-ibu : Yoseva Veronica Mien Suyatmi


E. KEGIATAN YANG DIJALANKAN
Kegiatan bersekutu sehari-hari lingkungan ini dimotori oleh Ibu Natalia Setyarti Sudarwanto sebagai Ketua Lingkungan. Lingkungan yang minim kaum muda ini melestarikan tradisi penghormatan Hati Yesus Yang Mahakudus dalam Ibadat Jumat Pertama yang diselenggarakan secara bergilir di rumah keluarga-keluarga sebagai salah satu rangkaian kegiatan rutin tiap bulan. Misa lingkungan yang diawali dengan kunjungan ke beberapa keluarga juga menjadi penyegaran jiwa yang selalu dirindukan. Selain itu, dua bulan penuh tiap tahunnya, yaitu pada Bulan Katakese pada setiap Mei dan Bulan Rosario setiap Oktober, umat lingkungan bertekun dalam devosi kepada Bunda Maria. Dalam kehidupan sosial pun umat menjadi satu keluarga yang bahu-membahu saling membantu apabila ada yang mengalami kesulitan hidup, sakit atau kematian. Dalam kehidupan yang guyub ini, semangat saling memberi sungguh dihidupkan; bahkan dengan pemberian terkecil yang bisa dibagikan, yaitu ‘sapaan’.

Pages